Langsung ke konten utama

Postingan

Cerpen Api Jiwa

Api Jiwa - cerpen by Bintang Lanang Saridaka Seorang anak berjalan tertatih-tatih di trotoar jalanan kota X, di lengan kanannya ia membawa sebuah tas keranjang berukuran sedang berisi korek api kayu, dia memang seorang penjual korek api kayu. Karena satu hal dan yang lain dia terpaksa menjual korek api kayu itu. Hari itu penjualan korek api sedang tidak bagus, dari pagi hingga waktu menjelang petang dia baru dapat menjual tiga buah korek api, sedangkan untuk bisa pulang dia setidaknya harus bisa menjual satu keranjang korek api kayu tersebut. Cuaca mendung sore itu perlahan berubah menjadi gerimis kemudian menjadi hujan lebat, si anak yang merasa kelelahan beristirahat dibawah fly over, bersandar disalah satu tiang fly over yang begitu besar, anak itu tanpa sadar terlelap karena terlalu lelah. Jalanan sudah sepi ketika anak tersebut bangun, dengan perasaan yang sedih dan takut dia memutuskan untuk kembali kerumahnya. Saat dalam perjalanan pulang si anak akan berhenti setiap bertemu den...

Cerpen - Dikejar Dosa

  Dikejar Dosa - cerpen by Bintang Lanang Saridaka                 Mr. Dan adalah seseorang yang taat beribadah, selain itu beliau juga suka bersedekah dan memberikan sumbangan ke panti asuhan yang ada di desa. Di desa itu, Mr. Dan merupakan salah satu orang yang kaya, karena hanya dia yang memiliki rumah yang lebih besar dari rumah-rumah yang lain. Mr. Dan selalu bepergian dengan berjalan kaki atau naik kendaraan umum, meskipun sebenarnya dia memiliki mobil bahkan supir pribadi. "ah, biar sehat" katanya ketika suatu saat aku menanyakan kenapa dia tak pernah bepergian menggunakan mobilnya. Mr. Dan merupakan sosok yang ramah, dan mudah bergaul dengan tetangga atau orang yang baru dia kenal. Dia benar-benar seperti cerminan orang baik dalam masyarakat. Tahun ini adalah tahun kelima Mr. Dan menjadi tetangga kami, dia memang seorang pendatang yang asalnya entah dari negara mana. Namun karena sifat dan caranya bersosialisasi dengan tetangga y...

Cerpen - Jimat Bertuah

 Jimat Bertuah - cerpen by O.W.L  Disebuah rumah tua yang berada diujung  desa, seorang anak sedang bermain catur melawan ayahnya, seharusnya pada jam-jam itu si anak sedang bermain bola voli di lapangan desa, namun karena hujan yang tak kunjung reda sejak siang itu si anak harus merelakan waktunya bermain untuk menemani ayahnya bermain catur. Bukannya si anak payah dalam permainan itu, bahkan bisa di bilang si anak lebih sering unggul ketika bermain catur melawan ayahnya, hanya saja si anak mulai bosan. "bagaimana jika kita bertaruh pada permainan berikutnya?" usul si anak tiba-tiba, si ayah yang mengerti bahwa anaknya mulai bosan dipaksa bermain catur terus-menerus mengiyakannya usul anaknya tesebut  "oke, apa taruhannya kalau begitu?", tanya si ayah.  Si anak terdiam beberapa saat, lalu mengusulkan "bagaimana jika yang menang akan mendapatkan 500 ribu sebagai hadiah",  si ayah mengerutkan dahinya mendengar usulan anaknya "aahh, usulan yang bagus se...

Cerpen - Nyanyian Peri

  Nyanyian Peri - cerpen by O.W.L Hujan selalu memiliki daya tarik tersendiri untuk anak-anak kecil, seperti masa kecilku dulu yang sangat menyukai bermain hujan di halaman rumahku didesa, padahal permainan yang dimainkan saat hujan bukanlah permainan yang istimewa dan bahkan bisa dilakukan pada saat cuaca sedang tidak hujan, namun entah mengapa memainkan permainan itu saat hujan terasa lebih menyenangkan. Waktu itu umurku masih sekitar 6 atau 7 tahun, yang mana pastinya aku tidak terlalu ingat. Saat itu siang, namun cuacanya sangat gelap seolah sudah petang, aku sedang bermain dengan teman-temanku di lapangan. Kami sedang memainkan gobag sodor, permainan tradisional yang saat itu sedang digemari anak-anak kecil seperti kami. Karena terlalu asyik bermain kita tak memperhatikan gerimis yang mulai turun. Satu persatu teman bermainku dinemput oleh orang tua mereka karena gerimis semakin deras dan menjadi hujan. Karena permainan sudah tidak bisa dilanjutkan lagi, aku dan beberapa teman...

Review The Silmarillion - J.R.R. Tolkien

Review The Silmarillion - J.R.R. Tolkien The Silmarillion merupakan kumpulan kisah tentang zaman pertama dunia dalam mitologi yang diciptakan Tolkien, kisah-kisah yang terjadi jauh sebelum momen dalam cerita The Hobbit atau The Lord of the Rings. The Silmarillion mengisahkan tentang tiga permata Silmarill, yaitu permata sempurna yang diciptakan oleh Feanor, elf yang paling cemerlang diantara selurih rasnya. Permata-permata itu menyimpan cahaya dari kedua pohon yang ada di Valinor, pulau para Vala atau dewa-dewa dalam mitologi Tolkien. Karena menyimpan cahaya dari kedua pohon itulah menjadikan permata Silmarill menjadi permata sempurna yang keindahannya tiada tara, dan menjadi kebangaan kaum elf yang tinggal di Valinor. Sayang tanpa disadari oleh Vala maupun bangsa elf yang tinggal di Valinor, Melkor sang musuh telah menyebarkan jaring-jaring kebencian diantara kaum elf hingga akhirnya dapat menghasut Feanor agar melawan Vala, mahluk yang dianggap oleh bangsa elf sebagai dewa m...

Review buku Beren and Luthien

Review buku Beren and Luthien - J.R.R. Tolkien Beren and Luthien merupakan kisah cinta yang paling manis dalam dunia mitologi Tolkien, dan merupakan kisah cinta pertama antar ras, yaitu antara Elf dan Manusia di Middle-Earth. Kisah cinta antara Beren dan Luthien tak bisa dipisahkan dari takdir kelam bangsa Elf dalam mengejar permata Silmaril buatan leluhur mereka, Feanor. Permata tersebut telah dicuri oleh Melkor, salah satu vala atau dewa dalam kisah ini yang menginginkan kekuasaan di Middle-Earth, bangsa elf kemudian mengejar Melkor hingga ke Middle-Earth meninggalkan pulau damai-sentosa tempat leluhur mereka menetap bersama para vala. Kisah Beren dan Luthien muncul pertama kali dalam novel The Silmarillion, tepatnya pada masa kekuasaan melkor di Middle-Earth. Beren yang merupakan seorang manusia penghuni hutan dan seorang pemburu handal tak sengaja melihat Luthien menari-nari ditengah hutan sambil diiringi dengan alunan musik dari saudaranya, Dairon. Beren yang takjub deng...

Review buku Drama Mangir

Sumber. Google.com Review buku "Drama Mangir" - Pramoedya Ananta Toer Drama mangir merupakan sebuah cerita drama yang mengambil latar waktu setelah keruntuhan kerajaan majapahit. Buku ini menceritakan tentang desa perdikan mangir yang merdeka dan tidak terikat dengan kerajaan mataram baru. Mangir menjadi desa perdikan dikarenakan jasanya pada masa lalu kepada kerajaan majapahit, sehingga kerajaan tersebut memberikan kemerdekaan pada desa mangir dan  tidak mewajibkannya membayar upeti kepada kerajaan majapahit. Namun dengan runtuhnya kerajaan majapahit, kerajaan mataram baru semakin leluasa untuk memperluas wilayah kekuasaanya, dan yang menjadi salah satu sasarannya adalah desa mangir. Merasa telah diberikan kemerdekaan dan tidak terikat dengan kerajaan manapun setelah keruntuhan kerajaan majapahit, desa perdikan mangir tak tinggal diam ketika pasukan mataram menyerang. Dibawah pimpinan Wanabaya, Ki Ageng Mangir Muda desa perdikan mangir membalas serangan pasukan mata...